Posted by : Ridwan Sobirin Tuesday, September 11, 2018


Pernikahan menurut saya adalah salah satu tahapan hidup yang begitu sakral sekaligus tanda sudah dewasanya seseorang. Ia adalah salah satu terminal dalam hidup yang penting dan diidam-idamkan oleh mereka yang sudah siap. Beruntunglah mereka yang sudah melalui terminal hidup bernama pernikahan ini. Mereka beruntung karena apa yang mereka lakukan adalah ibadah. Suami yang mencari nafkah untuk keluarganya bernilai ibadah. Juga bernilai sedekah. Istri yang menurut pada suaminya yang baik juga bernilai ibadah. Alangkah banyaknya ladang ibadah saat seseorang sudah berada dalam naungan pernikahan. 

Setelah Dickky melepas masa lajangnya tahun 2015 lalu, kini satu lagi diantara kita bertiga yang telah memasuki level baru dalam kehidupannya. Tanggal 14 Oktober 2017 lalu Rizki telah melepas masa lajangnya. It feels like time flies very fast. Rasanya baru kemarin kita berkenalan di PCPM BI.  Tiba-tiba kini Dickky sudah menjadi seorang papah muda dan Rizki pun sudah menikahSaya merasa senang sekali sekaligus merasa terintimidasi secara kejiwaan (hahaha) karena berarti tinggal saya saja yang belum menikah. Duh, bagaimana ini, netizen yang budiman? Haha.
Rizki dan Farah
Sumber : Rizki's Instagram
Rizki menikah dengan Farah, gadis pilihan hatinya yang ternyata adalah teman dari Leo (Teman seangkatan kami juga sewaktu di PCPM BI). Farah juga ternyata temannya Dimas (Teman saya dari jaman kuliah di Unpad dulu). What's more, Farah juga kuliah di Fakultas Hukum Unpad, tetangga saya banget dong itu mah, soalnya FE sama FH Unpad gedungnya berdampingan. Tapi sewaktu kuliah kita sepertinya belum pernah bertemu di kampus. Haha. Dunia memang sempit dan seru.

Saya bertemu pertama kali dengan Farah saat Rizki mengenalkannya di Jakarta sekaligus pas diminta menjadi groomsmen atau pager bagus di pernikahan mereka. Saya dan Dickky menjadi groomsmen di resepsi pernikahan mereka. Farah orangnya seru, berwawasan luas, humble, dan jago banget bahasa Mandarin. Pokoknya kalau membicarakan Farah si Rizki beruntung banget deh. Haha. Udah cantik, baik, bersahaja, pintar pula. Komplit kan ya?

Farah juga saya rasa sangat beruntung karena bisa menua bersama Rizki, sosok sahabat yang saya kenal sangat ramah, pintar, humoris, bersahaja, dan bertanggung jawab. Ya begitulah, orang baik akan dipertemukan dengan orang baik juga. Goodness will always be rewarded by goodness.

Tanggal 14 Oktober 2017 lalu tepatnya, Rizki dan Farah melangsungkan akad nikah dan resepsinya di Jakarta, tepatnya di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan dan menjadi salah satu pernikahan paling indah yang pernah saya datangi. Senang sekali melihat mereka berdua tersenyum saat duduk di pelaminan. Oh ya, pernikahan mereka menggunakan adat Palembang. Ini pertama kali saya mengikuti resepsi dengan adat Palembang. Farah sangat terampil dan keren  saat membawakan tarian tradisional Palembang pada saat resepsi. Selalu bangga saat hadir dalam pernikahan yang mengusung tema-tema budaya Nusantara. Tanda kita menghargai budaya bangsa dan asal-usul kita. 

Finally, selamat Ki! Akhirnya punya gelar sebagai suami juga ya. Semoga sakinah mawaddah warrohmah bersama Farah. 

PS: Di bawah ini beberapa foto kita pada saat resepsi pernikahan Rizki dan Farah. 
(Kamu kapaaannn Wan?)

Dickky and Ridwan are busy eating satay. Hahaha.
Listening to Leo's funny stories... Hahaha
With Pengantin dari Palembang







Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Ridwan Sobirin. Powered by Blogger.

- Copyright © Ridwan's Personal Light Thoughts -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -